Sunday, August 21, 2016

apa yang mesti dilakukan saat pengajuan adsense ditolak

Apa yang Mesti Dilakukan Saat Pengajuan Adsense Ditolak? oleh Gee Jhon • 66 komentar Google Adsense adalah salah satu cara termudah memonetisasi blog dan merupakan salah satu ads-network terbaik untuk sembarang website.Hal ini dicapai, karena tim Adsense selalu menjaga kualitas jaringan periklanan mereka, yang salah satu caranya adalah dengan HANYA menerima website berkualitas untuk menayangkan iklan mereka. Mereka memiliki aturan sangat ketat (paling ketat di antara ads-network lainnya), dan dari waktu ke waktu, terus saja mem-banned akun-akun yang melanggar aturan tersebut. Iklan Nah, salah satu bagian paling sulitnya, adalah bagaimana menjadi publisher Adsense. Sudah tak terhitung berapa kali saya dapati begitu banyak blogger yang mengeluhkan permohonan Adsense mereka ditolak, yang amat disayangkan sekali, dengan itu mereka akhirnya jadi kehilangan semangat untuk tetap blogging. Sebelumnya saya telah meluncurkan panduan lengkap Google Adsense, yang bisa membantu tahap demi tahap bagaimana cara menjadi penayang Adsense. Mulai dari cara mendaftar Adsense, serta mengupas semua aspek dasar, serta langkah sampai Anda mendapatkan akun Adsense. Namun, ada satu hal amat penting yang belum saya ulas, yaitu: apa yang harus dilakukan ketika permohonan Adsense ditolak. Bagaimana menyikapi penolakan dari Adsense? Saat seorang blogger mendapati bahwa pengajuan Adsense-nya ditolak, saya tahu, itu pasti saat-saat yang sangat mengecewakan. Tidak jarang mereka jadi putus harapan, hilang semangat, dan ini merupakan saat dimana begitu banyak ‘pendatang baru’ akhirnya menyerah. Sebelum membahas yang lainnya, ijinkan saya menyatakan satu hal, dan coba teriakkan dengan lantang: Iklan Adsense sama sekali bukanlah akhir dari karir blogging saya! Meski jika Anda tidak pernah disetujui menjadi publisher Adsense, Anda masih tetap bisa mendapatkan uang dari blog! Lihatlah, ada banyak cara lain, menghasilkan uang dari blog Anda. Saya tidak mengatakan bahwa, jika sekali Anda ditola

No comments:

Post a Comment